January 24, 2017

Berbagai Tanggapan Terhadap Surat Mendiknas Nomor 186/MPN/KU/2008

Anggota DPRD Kabupaten Malang yang sangat intent memperhatikan dunia pendidikan ini, ketika diminta tanggapan seputar adanya Surat Menteri Pendidikan Nasional Nomor 186/MPN/KU/2008 bekum bersedia memberikan komentar. Walau dipancing bahwa Surat Menteri tersebut akan sangat berpenga-ruh terhadap APBD Kabupaten Malang Tahun 2009 ini, pria yang berpenampilan sederhana ini tetap tutup mulut. “Maaf mas, saya baru saja rapat soal kesehatan. Jadi belum bisa beri komentar. Sekali lagi maaf, ya maas !.”

KEPALA BAPEKAB MALANG
Dua kali didatangi di kantornya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Malang, melalui stafnya me ngatakan belum bersedia menemui war tawan MP. “Kalau bapak beralasan gitu, biasanya bapak tidak berkenan untuk bertemu, mas. Lain kali mungkin bisa.”

KEPALA SMKN Singosari.
Ketika didatangai wartawan MP di kantornya jalan Mondoroko, Singosari menyatakan sedang sibuk dan tidak bersedia memberikan komentar.

KASEK SMPN 1 LAWANG
Drs H Sunaryo, M.Pd. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lawang ketika dimintai komentarnya tentang surat Mendiknas menyatakan “Sebagai petugas pelaksa-na dilapangan, apapun yang menjadi kebijakan atasan kami akan melaksana kan dengan sebaik-baiknya. Apalagi su-dah disetujui oleh pengurus Komite Sekolah beberapa saat yang lalu. Saat ini kan kami sedang mempersiapkan per hitungan RAPBS yang baru.”

SEKRETARIS KPU.
Drs Bambang Prayitno, Sekretaris KPU Kabupaten Malang mengatakan menyambut baik kebijakan pemerintah dengan menggratiskan beaya pendidik-an. “Itu satu langkah maju, mas !”

ETIK ibu rumah tangga mengatakan sangat membantu rakyat miskin. Hanya yang mampu seharusnya malu dong. Jadi mereka harus bayar.



Moch Yahya Abuamar, SH, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang berpendapat bahwa saat ini sedang terjadi persaingan antara sekolah negeri dan swasta. Oleh karenanya diperlukan penyiapan SDM yang handal dan siap berpacu dalam persaingan. Yang tidak mau maju/ ber saing akan hancur dengan sendirinya. Masalah penggratisan bagi SD dan SMP Negeri saya sangat setuju, karena hal ini sangat menggembirakan seluruh rakyat. Disamping itu perlu juga dipikirkan perkembangan sekolah2 swasta, karena daya tampung sekolah negeri sangat terbatas. Bagaimanapun persaingan global paradoks didunia pendidikan harus mendapatkan perhati-an dari pemerintah dan kita semua. Kepada tabloid MEDIA PENDIDIKAN, saya ucapkan salut atas apresiasi nya terhadap dunia pendidikan.

EDI, tukang parkir
Mengatakan bahwa kebijakan itu sangat membantu rakyat miskin. Tapi yang mampu tetap bayar dong.

SUJIAMAN, Tukang Ojek.
Kebijakan Menteri Pendidikan sangat membantu orang tidak mampu, tapi bagi yang kaya ya harus mbayar, mas. Saya sangat gembira karena kedua anak saya sekolah di SMP Negeri.”

Leave a Reply

*