December 17, 2017

Pembangunan Pendidikan Dalam Pandangan Masyarakat Yang Kurang Beruntung

Diantara para praktisi pendidikan yang kesehariannya berkecim pung dalam dunia pendidikan, ada suatu yang hal yang belum terpikir kan secara utuh. Suatu hal yang per nah dialami semua anak bangsa, apakah yang sekarang jadi presiden, jadi menteri, jadi gubernur, jadi bupa ti atau jadi apa saja yang sudah me nempati papan atas dalam kehidup an ini. Sesuatu itu adalah keadaan masyarakat yang kurang beruntung, dimana banyak diantara yang berha sil sekarang sesungguhnya dulunya adalah tergolong juga kedalam go longan masyarakat ini.

Tetapi hal ini tidak menjadi persoalan bagi mereka karena saat ini mereka telah naik derajatnya menjadi masyarakat yang beruntung, bahkan banyak pula yang menjadi masyarakat yang sangat beruntung. Dan kemudian mereka tidak perduli kepada asal muasal mereka sebelumnya, karena dunia ini telah menutup dan menyilaukan pandangan tentang hidup dan kehidu pan ini. Kembali kepada masyarakat yang kurang beruntung tadi, adalah seorang penjahit yang tinggal diru mah kontakan dengan seorang isteri menginginkan kehidupan yang lebih bagus bagi anak anaknya kelak.
“ Yang pertama mas, namanya uang gedung atau apa kek istilahnya sekarang. Sungguh sangat mencekik leher, tanpa melihat keadaan saya.”
“ Yang kedua, kain seragam yang harganya lebih mahal dari har ga pasaran; padahal beli seragam jadi kan lebih murah. “
“ Soal iuran bulanan gak ada masalah, tapi yang namanya harus beli buku cetak. Na’udzubillah mindalik. Apalagi buku LKS, wis bikin uang belanja jadi mengkeret. “
“ Lha anak saya kan sekolah di swasta, karena tidak bisa diterima di sekolah negeri. Eh, koq malah yang dinegeri dibebaskan. Ini namanya dunia terbalik, mas ! “
“ Sekarang ini, semua sekolah jadi seperti universitas saja. Ada saja acara wisuda dan sebagainya dan itu artinya keluar uang lagi. Saya sama isteri sering gegeran gara-gara uang untuk pendidikan anak anak.”
“ Saya ini masih untung bila dibanding masyarakat yang lain, yang sama sekali tidak punya peng hasilan tetap. Kadang tidak habis pikir, gimana ya mereka yang sudah di PHK atau kuli bangunan yang gak ada kerjaan. Apalagi jaman sekarang kan apa apa sulit, mas ! “
“ Yang saya prihatinkan itu adalah orang orang yang berkuasa sekarang koq gak pernah melihat dan memikirkan orang orang yang seperti saya. Malah mereka selalu bilang mau memerangi kemiskinan, apa kita kita yang miskin ini mau diperangi ? Apa salah dan dosa kita, mas ? “



Itulah hal hal yang sempat di tangkap Media Pendidikan dikala sedang mengadakan penelitian dan pencarian informasi dilapangan. Dan tentunya masih banyak lagi bangsa Indonesia yang mempunyai nasib yang sama, yaitu termasuk golongan orang-orang yang kurang beruntung. Tentang harapannya kepada Media Pendidikan, dikatakannya : “Mudah mudahan media ini dapat menyuarakan penderitaan kami masyarakat yang kurang beruntung ini dan dapat didengar oleh orang orang yang diatas sana, mas ! “ Selamat berjuang pak, semoga ridho Allah selalu menyertai anda. (MD/MP)

Comments

  1. Ek4zone says:

    Pendidikan yang seharusnya diterima oleh semua lapisan, saat ini diperjualbelikan. Santunan Fakir miskin sekarang berubah nama menjadi "BEASISWA"(yg sebenarnya hanya diberikan kpd orang yg berprestasi). knp yach, apa mungkin krna sudah terlalu banyak orang pintar di negara ini?

  2. Kapten Teknologi says:

    Ya betul. sungguh kasian nasib mereka2 yg kurang beruntung. semoga pemerintah tidak hannya memperhatikan nasib2 yang beruntung tetapi memperhatikan lebih kepada nasib2 mereka yg tdk beruntung. karena di indonesia tak sedikit masyarakat yg kurang beruntung.

    tetapi untuk masalah beasiswa saya setuju pendapat Ek4zone, banyak siswa2 di keluarkan karena masalah biaya, jadi yg dapet biasiswa hannyalah orang2 pintar dan padahal orang2 berprestasi, tetapi tak sedikit siswa berprestasi berasal dari kalangan orang kaya. jadi harus seperti apakah untuk mereka2 yg tdk beruntung?? Kembali lagi kpd PEMERINTAH . . .

  3. rahmatea says:

    dilema pendidikan kita…..

    orang kita senang dengan yang namanya…..metafora, menghaluskan kata kata, mengutak atik istilah dll. SPP atau biaya pendidikan hilang….ganti istilahnya dengan sumbangan pendidikan atau apalah……

    kalau begini terus…kapan majunya ya…?

  4. The Most Popular Person Now says:

    MostPopularPersonNow.info gives your more stories about the popular person now. Get all information about their biographies and stories. The Most Popular Person Now

Leave a Reply

*