January 21, 2017

KI Semar Sabda – Konsepsi Manunggaling kawulo Gusti Oleh Dewi Kenatren

Semua tokoh punakawan mempunyai bentuk badan yang agak istimewa. Semar digambarkan seba gai orang tua, berkuncung putih, bermata rembes, berkaki pendek, berpantat besar. Boleh dikata bentuk nya seperti penyu atau kura-kura. Meskipun wajahnya jelek dilihat tampak (Badan atau Wadhagnya), bahkan tidak jelas laki-laki maupun perempuan tetapi para kesatria khususnya Pandhawa begitu mati matian membela dan mempertahankan Ki Semar. Namun ia adalah sebagai simbol dari ketentraman dan keselamatan hidup.

Dalam pandangan kejawen gambaran semar yang dilam bangkan atau sering diartikan tiga didalam satu yakni adanya kebera daan tiga tokoh sentral yang berasal dari Khayangan atau menggunakan istilah “Tiga Alam”. Yang mana disimbulkan dalam sosok tiga jejaka kembar yang sangat tampan (Bambang Tejamantri, Bambang Ismaya, Bambang Manikmaya). Dimana Bambang Tejamantri yang pertama (tertua) dimaknakan sebagai Badan Kasar (Badan Wadhag), atau bersifat jasmaniah dan identik dengan alam dunia. Atau istilah yang lainnya dinamakan dengan Sukma Kawekas yaitu anasir didalam diri manusia yang tidak berubah. Atau dapat juga dipandang sebagai asal mula kesadaran hidup yang tidak terbatas, tenang, tentram dan tidak bergerak, di dalamnya terdapat kandungan kemampuan yang tidak terbatas. Dan di dalam Sukma Kawekas tersebut dapat kita lihat dengan adanya sifat Kehendak (Karsa), atau bisa kita sebut sebagai suatu kesadaran hidup yang statis. Yang dapat diuraikan dan bermakna sebagai penegak hidup, yang mem punyai nilai yang paling rendah.

Yang kedua adalah Bambang Ismaya yang wajah aslinya sangat tampan (satria), dimaknakan seba gai Badan Halus (Badan Alus) yakni jagadnya yang bersifat nuraniah, kadang pendapat lain sering mengartikan atau menama kan Roh Suci yakni anasir di dalam diri manusia yang berada di Badan Halus. Bisa juga diuraikan bahwa Badan Halus atau Badan Alus tadi mempunyai fungsi sebagai menjaga, memelihara dan merawat, disini Badan Halus tersebut bernilai lebih tinggi daripada Badan Kasar atau Badan Wadhag.



Dan yang ketiga adalah Bambang Manik maya bagian inilah yang mempunyai makna terpenting karena bagian ini melambangkan pusat kehidupan dimana mengarah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam istilah yang lain bisa disebut atau pernah kita dengar dengan Alam Sejati (Sang Halus). Pada Alam Sejati inilah mempunyai anasir dan arti bahwa di dalam diri manusia yang sifatnya berubah (Sukma Sejati). Sukma Sejati adalah kesadaran hidup yang dinamis dimana bertugas sebagai meme gang kekusaan akan Sukma Kawekas. Dan didalam Sukma Sejati terdapat sifat Kebijak sanaan, kekuasaan, dan wewenang atas seluruh alam semesta beserta seisinya Alam Sejati yang mem punyai anasir Sukma Sejati dapat kita uraikan yang artinya yaitu jagadnya angan-angan, dimana bermuara pada wilayah rohani.

Disini Roh Suci tersebut seperti yang telah kami sebutkan diatas, adalah kecil dan terbatas bila dibandingkan dengan Sukma Sejati dan Sukma Kawekas tetapi sama- sama suci. Terbatasnya Roh Suci menimbulkan adanya lingkungan yang terbatas pula. Karena diantara Sukma Sejati dan Sukma Kawekas terkandung adanya Roh Suci. Demikian juga Roh Suci berasal dari Sukma Sejati dan Sukma Kawekas. Adapun Sukma Sejati tetap menjadi utusan Tuhan Sejati serta menjadi Panutan dan Guru hamba yang sejati dan Sukma Sejati menuntun Sukma Kawekas. Semua kekuasaan ialah Sukma Kawekas berada ditangan Sukma Sejati. Yang utama, per tama dan terpenting inilah pada Roh Suci karena dinamakan sebagai intisari. Dalam selubung Badan Wadhag adanya hubungan erat antara Roh Suci, Sukma Kawekas dan Sukma Sejati dalam ketiga-tiganya tersebut tetap bersatu. Kesatuan dan kesel uruhan daripada Sukma Kawekas, Sukma Sejati dan Roh Suci itu adalah dinamakan kesadaran Tripurusa.

Leave a Reply

*