July 22, 2017

Raden Harjuno – Lelananging Jagad Panengahing Pandawa

Bagi para penggemar lakon wayang, nama Raden Harjuno me rupakan hal yang tidak asing lagi Hal ini disebabkan pada hampir setiap lakon satria panengahing Pandawa ini akan selalu ada. Seorang satria yang gemar bertapa dan berperang membela kebenaran dijagad pewayangan. Apa, mengapa dan bagaima na sampai satria ini begitu populer, tentu saja membutuhkan approach yang sangat komprehensif untuk lebih mendalami sosok satria yang menjadi kebanggaan para dewa dan juga kebanggan keluarga besar Bharata.

Ada beberapa lakon yang per lu disimak dari perjalanan satria ini dalam pewayangan, antara lain lakon Wahyu Makutoromo, lakon Begawan Ciptoning, lakon Lahirnya Wisanggeni serta lakon Bhagawad Gita yang sangat termasyhur itu. Dalam lakon Wahyu Makuto romo dikisahkan bahwa dalam mela kukan tapa brata, sang satria berte mu dengan Begawan Kesawasidi yang menganugerahi wahyu Maku toromo dan memberitahukan ada nya signal tentang ratu adil yang bakal memerintah negara Ngastina yang bernama Raden Parikesit yang tidak lain adalah anak dari Raden Abimanyu puteranya sendiri. Dengan demikian Sang Ratu Adil adalah cucunya sendiri.

Demikian pula dengan lakon Begawan Ciptoning yang mencerite rakan perjalanan jiwa sang satria yang telah mencapai puncaknya sehingga dapat menjadikan dirinya menjadi seorang begawan yang bergelar Begawan Ciptoning. Lakon lahirnya Wisanggeni merupakan lakon sang satria yang berhasil mengawini bidadari dan berputera seorang satria yang sangat sakti mandraguna dan manunggal dengan Sang Hyang Wenang yaitu Raden Bambang Wisanggeni. Kemudian lakon yang sangat terkenal adalah lakon percakapan antara Shri Kresna yang menjelma kan dirinya menjadi Betara Wisnu dengan sang satria karena adanya keraguan dalam menghadapi ada nya perang Baratayudha, dimana percakapan suci ini telah dibukukan dengan judul Bhagawat Gita atau Nyanyian Suci dan telah diterjemah kan dalam berbagai bahasa didunia internasional.



Ada juga penggemar wayang yang kurang senang dengan sang satria ini disebabkan dalam berba gai ceritera sering dikonotasikan sebagai play boy karena banyak wanita yang menggandrunginya. Akan tetapi bila dipelajari dengan seksama lakon dari sang satria ini, maka akan banyak yang dapat diambil sebagai suatu pelajar an tentang kehidupan ini. Karena dalam lakon lakonnya, sang satria akan selalu dapat menunjukkan kelebihannya sebagai satria yang setengah dewa.

Raden Harjuno merupakan simbol seorang satria sejati dengan berbagai pengalaman kehidupan, baik secara sareā€™at maupun secara hakekat sampai makrifat. Tak dapat disangkal, bahwa dari lima orang Pandawa yang selalu mendapat pengawalan dari Semar serta perlindungan dari Kresna adalah sang sa tria itu sendiri. Semar dan anak-anaknya yang merupakan simbol kerakyatan dan Kresna penjelmaan Batara Wisnu yang merupakan simbol kuasa dewata dalam mengatur kehidupan selalu melingkupi kehidupan sang satria sejati lelananging jagad. Oleh karenanya untuk lebih mengenal sang satria, pada terbitan berikutnya akan dimulai dengan menyajikan lakon-lakon sang satria ini dalam jagad dunia pewayangan. (Ki Dalang)

Leave a Reply

*