January 24, 2017

Sekilas Pendidikan Non-Formal Hasbunallah

Pondok pesantren Hasbunallah merupa kan salah satu peninggalan sejarah tentang perjuangan para ulama agama Islam dalam mencerdaskan kehidupan bangsa pada masa penjajahan Belanda, sehingga dalam berbicara masalah pendidik an tidak bisa dihapuskan begitu saja peranan pondok pesantren dalam kancah dunia pendidikan di tanah air tercinta ini.

KH Drs Sjaichul Ghulam me rupakan seorang pegawai negeri yang berdinas pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akan tetapi tidak bisa melepaskan tanggung jawab sebagai hamba Allah untuk ikut berkiprah dalam berdakwah menegakkan kalimah Allah.
Jauh dari pusat kota Lawang kearah barat menuju perkebunan Wonosari, terletak pondok pesan-tren megah dan bersih yang berna ma PP HASBUNALLAH. Pondok pesantren yang didirikan pada 18 Agustus 2001 ini lebih berfocus berdakwah melalui kegiatan yang berhubungan langsung dengan akhlaq manusia, antara lain :

- Rehabilitasi keterbelakang an mental (eks narkoba dll).
- Pelajar dan Mahsiswa, dan
- Masyarakat Umum.
Adapun kegiatan rutin yang dilakukan pada pondok pesantren ini adalah :
1. Setiap Senin, Maulid Hasby
2. Setiap Kamis (malam Jum’at legi) istighosah qubro’
3. Setiap Sabtu, istighosah.



Disamping ajaran agama, ponpes Hasbunallah ini juga memiliki kegiatan ekonomi, yaitu mempro-duksi air mineral sehat dengan mer Hasby. Hal ini untuk menunjang ke-giatan pondok agar lebih mandiri. Semua kegiatan komunikasi interaksi antara pondok dengan para santri dan juga masyarakat umum dilakukan melalui radio FM dengan chanel 107,4. Dengan de-mikian pondok pesantren ini dapat dikatakan telah lengkap dan hampir sempurna untuk dikatagorikan se bagai tempat mendidik anak bangsa agar menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah SWT dengan keman-dirian yang telah dicontohkan oleh pengasuhnya seorang PNS yang juga kyai yang dalam bahasa jawa sering disebut dengan istilah satria pinadhito. (Nung-Ried/MP).

Comments

  1. sentraBLOG says:

    wahhhh blog nya serba pendidikan nih…
    mantap bos…

Leave a Reply

*