March 25, 2017

Lelananging Jagad, Panengahing Pandawa Bhagawat Gita Percakapan Suci Dengan Shri Batara Whisnu

Dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan tidak ada pilihan bagi Pandawa kecuali me-laksanakan perang dengan Kurawa, karena berbagai jalan musyawarah untuk mencapai perdamaian tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Perang Bharata Yudha harus dilaksanakan sesuai dengan kehendak dewata, agar supaya kebenaran dan keadilan dapat diwujudkan. Namun ketika genderang perang sudah dibunyikan dan kedua belah pihak sudah saling ber hadapan, satria panengahing pandawa ini lalu melemparkan panahnya sambil berkata kepada Shri Bhatara Kresna yang ditakdirkan untuk menjadi kusirnya : “Oh Kresna, setelah aku melihat kaum keluar-gaku hadir disini untuk berperang, anggota badanku tidak berdaya lagi dan mulut menjadi kering dan rambut tak bergerak lagi. Aku melihat ciri ciri yang tidak baik, akupun tak melihat adanya suatu kebaikan dengan membunuh orang-orang sebangsaku dalam peperangan.

Aku tak mengingini kemenangan, kerajaan dan kegembiraan, karena apakah gunanya kemenang an, kerajaan dan kegembiraan dalam hidup ini ? Untuk kepentingan mereka kita menginginkan kerajaan, kenikmatan dan kepuasan. Kini semua mereka itu pada berdiri dimedan perang untuk mempertaruhkan jiwa dan kekayaannya. Guru-guru, bapak bapak, putera-putera, paman paman, mertua, cucu cucu dan keluarga lainnya. Aku merasa tak ingin membunuh mereka semua hanya karena mengingin-kan kemenangan dan kekuasaan belaka.

Kenikmatan apakah yang akan dilimpahkan atas diri kita setelah membunuh mereka yang juga adalah bagian dari keluarga kita sendiri. Hanya dosalah balasan bagi diri kita, apabila kita membunuh para penjahat itu ? Mereka dengan pikiran yang diliputi oleh perasaan loba dan tamak, tidak melihat kesalahan dalam menghancurkan keluarga dan juga tidak merasa berdosa bila mengkhianati teman. Tapi kita yang mengetahui bahwa menghancurkan keluarga itu dosa, apakah tidak ada jalan lain untuk melepaskan diri dari peperangan ini ? “.



Demikian ungkapan perasa an yang disampaikan Arjuna kepada Kresna, karena merasa tidak sang-gup untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dengan cara membu-nuh keluarga sebangsanya. Sikap ini diambil oleh Arjuna karena rasa kasih sayang yang sangat menda-lam terhadap keluargas sebangsa-nya, walaupun dia mengetahui bahwa para Kurawa tidak pernah memikirkansegala tindakannya apakah sesuai dengan kebenaran dan keadilan atau tidak. Apalagi sebagai seorang satria yang sejati yang telah berhasil mengetahui arti dan inti kehidupan ini, seharusnya berbeda pola pikir dan tindakannya dengan Kurawa yang selalu hanya mementingkan hawa nafsunya tanpa mengindah kan aturan dewata agung.

Ungkapan yang dikatakan oleh Arjuna ini tentu seringkali menjadi pemikiran bagi anak bangsa yang mengingkan adanya penegakan keadilan dinegaranya, karena setiap manusia yang hidup pasti mengandung unsur kebenar-an dan keadilan didalam dirinya yang disebut nurani. Akan tetapi bisakah nurani ini memenangkan peperangan dengan hawa nafsu yang selalu menyodorkan keindahan kehidupan dunia ini ? Pertentangan antara pola pikir duniawi dan nurani ini membuat Arjuna gamang dalam bertindak, oleh karenanya dibutuhkan penje lasan yang akurat dari Kresna yang merupakan penjelmaan dari Shri Bhatara Wishnu, agar mempunyai ketegaran dan semangat untuk bertindak menegakkan keadilan. (BERSAMBUNG)

Keywords:

lelananging jagad

Comments

  1. Complete Notebook Reviews says:

    Mantap GAN postingnya ada unsur budaya wayang . mampir ke blog ane klaw ada waktu

Leave a Reply

*