January 21, 2017

Merenungkan dan Menghayati Arti Dari Sebuah Kemerdekaan

Tidak terasa bahwa sudah 65 tahun bangsa Indonesia telah menjalani kehidupan dalam negara yang merdeka. Gelombang pasang surut disegala bidang telah dialami dan dijadikan pengalaman yang sangat berharga bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia kedepan, walaupun terkadang sesuatu yang tidak menyenangkan telah menimpa beberapa anak bangsa yang kurang beruntung. Tetapi semangat untuk tetap bertahan dialam kemerdekaan telah menjadikan anak bangsa te-tap mempunyai suatu impian masa depan yang lebih baik.

Kata “merdeka” sebelum tahun 1945 merupakan suatu harapan yang sangat mempesona bagi seluruh bangsa Indonesia, bahkan mereka semua bertekad dengan mengorbankan harta dan jiwanya demi menebus kemerdeka an yang merupakan sebuah impian dan tujuan.

Para pejuang kemerdekaan bertahun tahun mengadakan per lawanan keras terhadap pemerintah kolonial Belanda. Banyak korban yang sengaja didarma baktikan bagi penebusan arti sebuah kemerdeka an, sehingga akhirnya hari yang di nanti nantikan itu tiba. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan kemerdeka annya kepada dunia, walaupun di sana-sini masih banyak yang harus mendapatkan penyelesaian secara seksama dan berkelanjutan. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah menunjukkan, beta pa banyaknya tantangan yang harus diselesaikan dalam memper tahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta. Namun sekali lagi, bangsa Indonesia selalu berhasil dan berhasil dalam menyelesaikan segala persoalan bangsa dan mem pertahankan dan mengisi kemerde kaan.

Simak saja usaha yang telah dilakukan oleh Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibi, Gus Dur, Mbak Mega dan Pak SBY. Semuanya bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negaranya yang tercinta. Dijaman penjajahan Belanda hanya segelintir anak bangsa yang berhasil mendapatkan pendidikan yang memadai, itupun terbatas pada tingkatan sosial dan derajat keningratan yang dipunyai. Akan tetapi semuanya tetap bertekad untuk memajukan pendidikan bagi seluruh anak bangsa guna memper siapkan generasi penerus perjuang an bangsa, sehingga ditipkanlah kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” dalam pembukaan undang Undang Dasar 1945. Konsensus nasional telah menyepakati bahwa pembukaan Undang Undang Dasar 1945 meru-pakan harga mati yang tidak boleh mengalami perubahan, walapun batang tubuhnya telah mengalami perubahan sampai empat kali.

Perjuangan anak bangsa yang tergabung dalam organisasi PGRI patut untuk dicatat dalam sejarah, betapa tidak ? Hal ini disebabkan oleh karena berkat usaha dan perjuangan merekalah pemerintah berhasil dipaksa untuk mengalokasikan anggaran pendi dikan se-kurang kurangnya 20% dari APBN dan APBD yang dimulai sejak tahun 2009.



Alokasi anggaran sebesar 20% dari APBN untuk pendidikan telah merombak dan menjadikan perkembangan pendidikan semakin pesat, sampai pemerintah pusat berani mencanangkan program sekolah gratis bagi SD, SMP dan yang sederajat dengan catatan ke-kurangan pendanaannya diharap kan pemerintah daerah mencukupi nya. Dengan kata lain, pemerintah pusat ingin berbagi rasa dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menangani program pencerdasan kehidupan bangsa yang dititipkan oleh para pendiri bangsa.

Permasalahannya, banyak pemerintah daerah yang belum siap untuk mengalokasikan anggaran pendidikan dalam APBD sebagai-mana dikehendaki oleh Undang Un dang Dasar 1945 dan Undang Undang Nomor 20 tahun 2003. Konsekwensinya kembali anak bangsa harus menanggung be ban untuk tetap mengeluarkan bea-ya dalam mengemban amanat “pencerdasan kehidupan bangsa” karena memang sekolah membutuh kan dana masyarakat untuk mencu-kupi kebutuhan pelaksanaan proses pembelajaran berkualitas.

Ada sesuatu yang harus se gera dipecahkan bersama untuk mengatasi permasalahan ini, apa-kah anak bangsa harus meniru pengurus PGRI dengan mengada-kan uji materi terhadap APBD di Mahkamah Agung ataukah dengan sabar menunggu pengertian dan kearifan dari pemegang kekuasaan didaerah. Semuanya hanya soal waktu, menunggu sampai hilangnya kesabaran anak bangsa.

Kemerdekaan dalam bidang pendidikan mempunyai pengertian bahwa sebagai bangsa Indonesia harus bebas dan merdeka dalam menentukan sikap untuk mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku bagi dunia pendidikan. Kemerdekaan dalam bidang pendidikan mempunyai pengertian Kepala Daerah sebagai bangsa Indonesia harus bebas dan merdeka dalam mengambil keputus an mengikuti peraturan perundang undang yang berlaku bagi dunia pendidikan.

Kemerdekaan dalam bidang pendidikan mempunyai pengertian anak bangsa harus bebas dan mer-deka dalam menjalani proses pendidikan disekolah agar menjadi kader kader pemimpin bangsa tanpa dibebani pembeayaan yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab mereka.Dan itu semua adalah arti dari sebuah kemerdekaan. (Media Pendidikan)

Leave a Reply

*