May 24, 2017

Bhagawat Gita – Percakapan Suci Dengan Shri Batara Whisnu

Setelah mendengar segala keluhan Raden Harjuno yang disampaikan kepadanya dengan penuh rasa kemanusia an, maka prabu Kresna kemudian menja-wab dengan lemah lembut:
“Engkau telah berduka cita kepada mereka yang tak patut disedihkan, akan tetapi engkau berbicara dengan kata kata yang penuh mengandung pengetahuan. Orang yang bijaksana tak sedih pada yang mati pada yang hidup.”

“Tak pernah ada suatu waktu dimana aku tidak ada, tidak juga kau, pun juga tidak raja raja ini. Tidak juga disana akan ada sesuatu waktu sesudah ini bahwa kita akan musnah dari hidup ini.”

“Sebagai jiwa yang melalui badan ini pada waktu kecil, muda dan tua. Begitu juga didalam masuknya kebadan yang lain, jiwa yang tenang itu tidak dipengaruhi oleh keadaan proses ini.”

“Penghuni didalam badan dari tiap tiap orang, oh Arjuna ! Adalah kekal dan tidak dapat dimusnakan. Oleh karena itu engkau seharusnya tidak bersedih hati pada makhluk apapun.”
“Selanjutnya setialah pada kewajibanmu, engkau tidak boleh ragu-ragu, karena tidak ada kebaikan yang lebih besar dari seorang ksatria daripada peperangan yang dilakukan demi karena kewajiban. Camkanlah hal ini, oh Arjuna !”

“Berbahagialah para ksatria, oh Ar-juna yang mendapat kesempatan untuk ber perang, yang muncul tanpa dicari, karena hal itu tidak bedanya dengan pintu terbuka kesorga baginya.”“Bila engkau tidak melaksanakan perang kebenaran ini, maka engkau akan ingkar pada kewajiban dan kehormatanmu akan cemar, serta engkau akan berdosa.”
“Disamping itu, orang akan selalu membicarakan keburukanmu dan bagi ia yang telah mendapatkan kehormatan, keburukan adalah lebih hina dari kematian.”
“Para pahlawan besar akan berpikir bahwa engkau telah lari dari peperangan disebabkan karena ketakutan dan mereka yang dahulu menyanjungmu tidak akan berbuat demikian lagi. Juga musuhmu mengecam akan keberanianmu dan akan mengatakan mengenai dirimu sesuatu yang tak pantas diucapkan. Hal apa yang lebih menyedihkan daripada ini ?”
“Jika terbunuh dimedan perang, engkau akan kesorga. Jika menang engkau akan menikmati dunia ini. Oleh karena itu, bangkitlah Arjuna, putuskanlah untuk ber-perang.”
“Dengan memandang sama keduka an dan kebahagiaan, keuntungan dan kerugian, kemenangan dan kekalahan, berperanglah ! Dengan demikian engkau tidak akan berdosa.”
“Inilah ajaran Samkhya Yoga yang telah diberikan kepadamu. Sekarang dengarkanlah tentang Yoga, jika engkau dapat mengertikannya engkau akan dibebaskan dari ikatan pekerjaan.”
Kemudian prabu Kresna mengajar kan semua ajaran yoga kepada Arjuna sampai selesai. Guna memperkuat keyakin an Arjuna, maka prabu Kresna menjelma-kan dirinya menjadi Bethara Wisnu dengan ukuran tubuh yang sangat besar, seraya berkata:“Lihatlah bentuk-Ku, beratus kali lipat, beribu kali lipat, bermacam corak suci, bermacam warna dan bentuk. Akan tetapi engkau tidak dapat melihat Aku dengan mata manusiamu. Aku akan memberikan padamu mata yang berkekuatan luarbiasa. Kemudian lihatlah kekuatan suci-Ku.”



Maka Arjuna merasa kagum, takut dan bulu romanya berdiri, menundukkan kepala pada Tuhan, dengan tangan ter cakup menyembah dan berkata : “Aku melihat-Mu dengan bentuk tanpa batas pada semua sisi, dengan tangan, muka dan mata yang tak terbatas jumlahnya. Akan tetapi aku tidak dapat melihat batas akhir, pertengahan dan permulaan, oh Wisma Rupa, Tuhan dari alam semesta ini..” Kata Arjuna seraya menyembah. (BERSAMBUNG)

Keywords:

Prabu Kresna

Leave a Reply

*