May 24, 2017

Guru Melakukan Tindak Kekerasan Terhadap Siswa SD

Satu lagi tindak kekerasan di lakukan guru SD swasta di Lawang, setelah berulang ulang tindak kekerasan dilakukan oleh guru-guru di beberapa sekolah di Lawang beberapa waktu yang lalu. Korban tindak kekerasan kali ini adalah Dinda siswa kelas IV sebuah SD swasta ternama di kota Lawang, adalah putera seorang petugas pasukan kuning yang sehari-harinya bekerja di TPA Pujasera Pungkurargo yang berdekatan dengan tempat sekolah anaknya. Kronologis kejadiannya ada lah ketika Dinda sedang mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dikelas sambil memainkan pensilnya, tiba tiba dipukul oleh guru kelasnya sampai memar dirahang kanannya.

Melihat anaknya memar karena dipukul gurunya, Rumadi sang bapak tidak terima terus melaporkannya ke Mapolres Lawang dan memeriksakan anaknya untuk memperoleh visum dari RSUD Lawang, setelah itu meminta pertolongan kepada pihak media untuk menda-patkan pertolongan agar kasus yang menimpa anaknya dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Kami minta tolong, pak ! Karena sampai saat ini koq Polisi belum bertindak menangani kasus yang saya laporkan pada hari Kamis tanggal 30 Juli yang lalu.” Ketika wartawan Media Pendidikan mencoba mengkorfirmasikan berita ini, Kepala Sekolah cenderung untuk membela guru yang telah melakukan tindak kekerasan tersebut.

“Saya tidak mau dipotret dan tidak mau direkam, mas. Dan kasus ini nggak usah diangkat, karena akan kami selesaikan secara kekeluargaan.” Sambil meminta nota konfirmasi yang dikirimkan dari pimpinan redaksi dan berusaha un tuk mengadakan pendekatan dengan orangtua siswa korban. Kepala sekolah tidak mengijinkan wartawan untuk menemui pelaku tindak kekerasan terhadap siswa. Pihak RSUD ketika dikonfir masi menyatakan sudah membuat visum dan siap untuk diserahkan kepada penyidik.

“Visum sudah selesai, mas. Tetapi yang berhak mengambilnya adalah penyidik dari kepolisian.”
Orangtua korban tindak kekerasan mengharapkan agar kasus ini ditindaklanjuti menurut aturan hukum yang berlaku oleh pihak kepolisian, tetapi menyadari posisi status yang dimilikinya dia sadar bahwa sebagai warga negara bisanya hanya berharap agar ber bagai pihak dapat membantunya.
Drs Sulkhan SH MH Kepala Kepolisian Sektor Lawang, ketika dikonfirmasi melalui HP-nya menya takan sudah menerima laporan dari orangtua korban dan akan segera menindaklanjuti sesuai dengan per aturan perundangan yang berlaku.



Kepala UPTD Diknas Kecamatan Lawang belum dapat dihubu-ngi sampai berita ini naik cetak, sedang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang melalui Sekreta ris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menyatakan akan berkor-dinasi dengan kepala bidang yang terkait.
Rosiana Mulandari SH, seorang advokat yang juga aktif dalam bidang perlindungan hak asasi manusia, khususnya perlin-dungan anak telah mempelajari kasus tindak kekerasan terhadap siswa ini mengatakan : “Kami akan pelajari lebih jauh dan bilamana perlu akan kami laporkan ke KOMNAS Perlindungan Anak di Jakarta. Ini bukan sekedar delik aduan, tetapi merupakan tindak pidana murni. Jadi sebaiknya pihak kepolisian agar tetap mempro sesnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.” katanya.

Aneh tapi nyata, begitulah yang dapat disampaikan. Kota kecil seperti Lawang yang berhawa sejuk ini selalu ditimpa permasalahan tindak kekerasan terhadap anak. Berdasarkan catatan redaksi dalam tahun 2008 ini sudah bebera pa tindak kekerasan terjadi di kota Lawang, mulai dari tingkat SD, SMP bahkan SMA. Akan tetapi semuanya diselesaikan dengan “damai” dan sangat tidak menguntungkan saksi korban. Hukum masih selalu berpihak pada yang melakukan tindak kekerasan, bukan berpihak pada korban yang kebanyakan dari golo-ngan masyarakat yang kurang ber-untung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga kali ini tidak demikian. (Rid/Vid/MD/Media Pendidikan)

Leave a Reply

*