July 24, 2017

Alokasi Anggaran Program Pendidikan Menengah Kota Blitar

007 walikota Blitar

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 188.52/1797/SJ tanggal 9 Mei 2012 mengamanatkan kepada seluruh Kepala Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar dalam situs websitenya mencantumkan masalah transparansi anggaran, akan tetapi sampai saat ini masih banyak yang belum mematuhinya. Bahkan ada Pemerintah Kota di Indonesia ini yang dengan sengaja tidak melaksanakan dan cenderung menyembunyikannya dengan dipoles penampilan Kepala Daerah yang seolah-olah dekat dengan masyarakat (blusukan).

Hasil penelusuran disitus website pemerintah daerah di Indonesia, Media Pendidikan ingin mengungkapkan alokasi anggaran Program Pendidikan Menengah yang diberikan oleh Pemerintah Kota Blitar yang menyelenggarakan 4 (empat) SMA Negeri dan 3 (tiga) SMK Negeri.

Mengapa dipilih Kota Blitar?
Hal ini disebabkan adanya artikel yang di-upload www.kompasiana.com yang menganggap Walikota Blitar melakukan diskriminasi terhadap siswa asal Kabupaten Blitar yang bersekolah di Kota Blitar sebagai berikut:

“Blitar, Kota kecil yang berada di bawah kepemimpinan Samanhudi Anwar, selaku Walikota Blitar. Sejak kepemimpinannya 3 tahun silam memang sudah banyak perubahan yang terjadi. Khususnya dari segi pendidikan siswa Kota Blitar. Seluruh siswa mendapat bantuan dari APBD, khusus untuk siswa dengan domisili Kota Blitar. Untuk siswa dari Luar Kota harus gigit jari melihat bantuan yang terus saja datang. Selain dibebaskan dari tanggungan SPP tiap bulan dan Buku LKS, Bantuan lainnya berupa Seragam sekolah sekaligus ongkos jahit senilai Rp.50.000 / satu set seragam. Seragam yang diberikan antara lain Seragam merah-putih bagi siswa Sekolah Dasar, Putih-Biru bagi siswa Menengah Pertama, Abu Abu-Putih bagi siswa Menengah Atas maupun Kejuruan dan seragam Batik Kota bagi semua jenjang sekolah. Batik pun masih terdapat dua jenis motif, 2 tahun lalu batik yang dikeluarkan berwarna krem dan putih. Namun ditahun 2013 ini Batik yang dikeluarkan Pemerintah Kota berwarna merah dan memiliki motif khas Kota Blitar. Selain seragam, bantuan juga diberikan dari APBD Pro-Rakyat berupa Sepatu.

Sepatu untuk rakyat dan berlogo Pro-Rakyat dibagikan secara gratis bagi Siswa berdomisili Kota Blitar. Memang, bantuan yang begitu banyak ini ditambah jumlah siswa di Kota Blitar yang tidak sedikit menimbulkan pertanyaan besar. Kurangnya Transparansi membuat siswa dengan Domisili Luar Kota Blitar sering menuduh “Walikota nya korupsi. nggak adil”. Mengapa hanya siswa Kota saja yang mendapat bantuan? Bagaimana dengan Pemerintah Kabupatennya?

Salah satu contohnya adalah siswa berdomisili Luar Kota Blitar yang bersekolah di SMKN 1 Blitar. Mereka diharuskan membayar SPP senilai Rp. 125.000 tiap bulannya. hal ini tentu memberatkan orang tua siswa sedangkan siswa Kota tidak membayar sepeserpun. Kalaupun mengeluarkan uang hanya untuk membeli buku tulis saja.
Walau begitu, beberapa waktu yang lalu. Di daerah Sananwetan Kota Blitar terdapat siswa mencuri Helm dengan alasan untuk membayar LKS. Kurangnya sosialisasi terhadap Walimurid membuat beberapa siswa Nakal mengelabuhi orang tua mereka. Meskipun tidak ada kewajiban untuk membayar, namun adasaja yang meminta uang bahkan hingga lebih dari Rp. 100.000 dengan alasan iuran siswa. (fe)”



Untuk lebih jelasnya, dibawah ini diungkapkan alokasi anggaran Program Pendidikan Menengah dalam APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2012 sebagai berikut:

PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH Rp.7.783.472.775,00

  • Pembangunan Gedung Sekolah Rp.3.800.002.000,00
  • Pengadaan membeleur sekolah Rp.199.680.000,00
  • Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu Rp.977.340.000,00
  • Penyelenggaraan paket C setara SMU Rp.54.763.500,00
  • Fasilitasi penerimaan siswa baru Rp.32.907.500,00
  • Fasilitasi Lomba Kompetensi Siswa SMK Rp.79.464.500,00
  • Penyelenggaraan uji kompetensi siswa didik Rp.13.212.000,00
  • Fasilitasi publikasi dan sosialisasi Sekolah Menengah Rp.21.765.5000,00
  • Penyelenggaraan program seleksi Paskibraka Rp.48.826.500,00
  • Penyelenggaraan UAN SMK Rp.60.452.500,00
  • Fasilitasi penyelenggaraan lomba Olah Raga dan Science Rp.56.767.825,00
  • Penyelenggaraan Ujian Nasional SMP/ SMA Rp.85.903.000,00
  • Pengadaan Pakaian Seragam Siswa Sekolah Menengah Rp.1.122.400,00
  • Fasilitasi kegiatan PMDK/Penerimaan Siswa Baru SMK Rp.32.907.500,00
  • Pengembangan Kepribadian/Pembentukan Mental Siswa Rp.100.000.000,00
  • Pengadaan Sepatu Siswa Sekolah Menengah Rp.99.900.000.00
  • Pengembangan Sarana dan Prasarana SMK Model B Rp.1.000.000.000,00

Alokasi anggaran untuk Program Pendidikan Menengah pada APBD Kota Blitar Tahun 2012 tersebut sudah cukup menimbulkan kecemburuan sosial dikalangan masyarakat Kabupaten Blitar.

Untuk hal ini Media Pendidikan menyampaikan salut dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Samanhudi Anwar baik sebagai pribadi maupun selaku Walikota Blitar yang telah menggratiskan biaya sekolah pada SMA Negeri dan SMK Negeri di Kota Blitar serta memberikan seragam sekolah.

Berbahagialah warga Kota Blitar yang telah mendapatkan seorang pemimpin yang benar benar patut dicontoh oleh Kepala Daerah lainnya di Indonesia.

Comments

  1. menclek says:

    salut dengan pemerintah kota blitar, mudah2an menjadi contoh untuk daerah2 lain supaya bisa benar2 meringankan beban rakyat….maju terus kota blitar

Leave a Reply

*