August 19, 2018

Puan : Pendidikan Karakter di sekolah dapat dimulai dari Hal sederhana.

575ADC55-F8F5-47E2-83C6-3D49E733A22B

Deli Serdang (26/01) Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki karakter yang kuat, untuk itu sangat penting bagi guru di Indonesia untuk mengutamakan pendidikan karakter kepada para anak didik agar kelak memiliki karakter yang kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, kepada sekitar 3000 orang guru yang menghadiri acara Ramah Tamah Guru-guru Sumatera Bagian Utara di Sekolah Plus Cinta Budaya, Kab Deli Serdang, (Jumat 26/ 01/2018).

Lebih lanjut Puan dalam sambutannya menegaskan bahwa Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah dapat dimulai dengan langkah-langkah sederhana, seperti memasang simbol simbol negara seperti Bendera Merah Putih, Gambar Garuda Pancasila, Peta Indonesia, Pancasila (dengan sila-silanya), dalam ruang kelas serta mengajarkan kembali toleransi kehidupan ber-agama dan hormat menghormati antara muda dengan yang tua. “pendidikan karakter itu tidak usah yang ruwet kita dapat mulai dari hal sederhana saja, misalnya memasang bendera merah putih, gambar garuda pancasila dan sila2nya, dan juga pahlawan nasional di ruang ruang kelas. Selain itu penting kiranya kita kembali menghidupkan kembali toleransi umat beragama dengan saling memberikan ucapan selamat merayakan hari besar keagamaan; dan yang muda hormat kepada yang tua”Ujar puan.

Selain itu Puan juga nenyampaikan bahwa Kebijakan Pendidikan di Indonesia dirancang agar bangsa Indonesia memiliki SDM yang tangguh, kompetitif, dan berakhlak mulia serta berorientasi Iptek. Untuk itu Pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017, tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Diharapkan melalui perpres tersebut sekolah dapat membekali anak didik dengan jiwa pancasila dan karakter yang baik; mempraktikan nilai-nilai kebangsaan, religius, cinta damai, jujur, disiplin, peduli sosial, peduli lingkungan, dan lain sebagainya dalam keseharian di sekolah.



Untuk itu Puan menekankan pentingnya peran dan andil para guru dalam mendukung keberhasilan pendidikan karakter di sekolah. “Pendidikan pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan di sekolah, hanya akan dapat berhasil, tentu sangat tergantung dari peran Bapak-Ibu sebagai guru, Oleh karena itulah, peran bapak-ibu sebagai guru, sangat menentukan cepat atau lambatnya bangsa Indonesia meraih kemajuan,” tegas Puan.

Sebelum menutup sambutannya Menko PMK berharap agar para guru menjadi sosok teladan bagi anak didik dan guru dapat mengajarkan anak didiknya sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan umurnya, terutama lagu lagu yang dinyanyikan anak anak. “Guru juga harus menjadi sosok teladan untuk anak-anak agar dapat dicontoh. Ajarkanlah anak-anak berbagai hal bermanfaat sesuai dengan umurnya, terutama lagu yang mereka nyanyikan, jangan sampai lagu orang dewasa, untuk itu saya setiap ketemu musisi selalu meminta mereka mencipta lagu untuk anak anak” tutupnya .

Turut hadir dalam acara di Aula lt.5 gedung Sekolah Cinta Budaya antara lain Mendikbud, Muhadjir Effendy; Gubernur Sumut, T. Erry Nurdin; Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution; Ketua DPRD Sumut; Bupati Serdang Bedagai; Deputi III dan IV Kemenko PMK; dan sejumlah Anggota DPR RI. Dalam acara dengan thema “Peran Guru Dalam Pembangunan Karakter” ini, Menko PMK juga menggelar kuis berhadiah berupa laptop untuk para guru yang berhasil menjawab pertanyaan. Acara yang berjalan akrab ini ditutup dengan pemberian cendera mata berupa plakat dan ulos oleh Inisiator acara sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Softan Tan kepada Menko PMK dan Mendikbud. (*)

Leave a Reply

*